Bagaimana masa depan ku Kelak ?

Aku tidak mengetahui masa depanku sendiri,  Orang pertama yang mengatakan dengan keyakinan pasti mengenai keberhasilanmu di masa depan, sebetulnya sama salah-nya dengan orang kedua yang dengan yakin meramalkan kegagalanmu di masa depan.

Tidak ada orang yang mengetahui apa yang akan terjadi besok. Walaupun akan selalu ada orang yang diberkati dengan kemampuan  untuk menduga yang akan terjadi di masa depan – mereka tetap tidak akan pernah mengetahui dengan pasti karena hanya menduga duga belaka.

Beberapa dugaan yang mengena, tidak boleh digunakan sebagai penyimpul pengetahuan seseorang mengenai masa depan. Berterima-kasihlah kepada orang yang mengatakan masa depanmu baik. Lalu bekerja keras-lah untuk membuktikan harapan baiknya. Berterima kasihlah kepada dia yang mengatakan masa depanmu buruk. Lalu bekerja keras-lah untuk membuktikan bahwa dia salah.

Mereka yang mengecilkan hatimu mengenai masa depanmu, adalah orang-orang yang tidak dapat hidup penuh tanpa merendahkan orang lain, karena kerendahan orang lain adalah pelengkap hidup mereka yang melata. Sekecil apa pun orang yang memujimu, ia adalah pribadi besar yang hatinya mendoakan bagi kebesaranmu. Sebesar apa pun orang yang merendahkanmu, ia adalah pribadi kecil yang sedang diuntungkan oleh banyak orang yang salah menghormatinya.

Apapun yang kau lakukan, selalu kau lakukan dengan dampak yang pasti kepada masa depanmu. Seperti dia yang tidak mungkin terbebas dari dampak dari kesalahan-kesalahan yang dilakukannya, engkau juga tidak mungkin tidak dikenali karena tindakan-tindakan baik-mu hari ini.

Tidak ada peningkatan kualitas pada dirimu, walau sekecil apapun – yang tidak bersemai menjadi keuntungan bagimu besok atau lusa, atau kapan pun di masa depan yang lebih sesuai bagimu. Tidak ada yang kau lakukan untuk kebaikan orang lain – bahkan untuk mereka yang tak kau kenal, dan yang kau lakukan tanpa pengetahuan siapapun – yang tidak menjadi alasan bagi langit untuk mengeluarkanmu dari kesempitan dan membebaskanmu untuk menjadi pribadi yang sejahtera, bahagia, dan cemerlang. Ingatlah. Semua yang kau lakukan, kau lakukan untuk masa depanmu.

Maka janganlah engkau menunda yang harus kau kerjakan. Kepada engkau yang penunda, Sadarilah ini, bahwa sesuatu itu disebut ‘harus’ kau lakukan, karena melakukannya dengan baik akan menjadikanmu berhak bagi kebaikan, dan menghindari dari melakukannya akan menjadikan dirimu pantas bagi ketidak-baikan. Bukankah tidak ada dari yang kau lakukan dan yang kau hindari untuk melakukan hari ini – yang tidak berperan bagi kualitas perasaanmu hari ini dan nanti? Segera setelah engkau menyelesaikan pekerjaan yang kau tunda itu – engkau merasa menjadi pribadi yang lebih lengkap.

Semakin engkau memperpanjang penundaan yang menumpukkan hutang tindakanmu itu – akan semakin kecil dan terbelakang engkau melihat dirimu sendiri. Dan entah keajaiban apa yang berhasil kau hindari, engkau tetap saja menemukan cara untuk membuat alasan baru yang menjadikan penundaanmu – seolah-olah bukan kesalahanmu.

Memang mungkin penundaan-penundaan itu tidak kau rasakan sebagai kesalahanmu, tetapi mengapakah dadamu sesak dan nafasmu pendek-pendek setiap saat engkau ingat apa yang kau tunda pengerjaannya itu? Mudah-mudahan engkau tidak mewariskan keahlian yang menjadikanmu merasa seperti itu – kepada anak-anakmu yang masa depannya kau doakan lebih baik dari keadaanmu hari ini. Rencana-rencanamu adalah awal dari kehidupan cemerlang-mu di masa depan. Kepada engkau yang menemukan kegembiraan dalam penghindaran pekerjaan.

Tidak ada seorang pun yang bergerak tanpa sebuah niatan untuk mencapai sesuatu. Bahkan dia yang melakukan sesuatu tanpa niatan apa pun, sebetulnya sedang mengundikan dirinya ke suatu keadaan yang siapa tahu dia akan beruntung. Niatan mu untuk mencapai sesuatu, terutama untuk mencapai sebuah kehidupan yang sejahtera, membahagiakan, dan cemerlang – adalah dorongan hati yang mentenagai langkah-langkah yang sebenarnya dalam menjadikan dirimu lebih mampu.

Semua yang kau lakukan adalah proses untuk membangun kemampuan, yaitu kemampuan untuk menyejahterakan diri dan semua yang bergantung kepadamu, kemampuan untuk membebaskan dirimu dari kekhawatiran dan ketakutanmu yang selama ini menjauhkanmu dari kebahagiaan, dan kemampuan untuk menjadikan kehadiran dirimu berkah bagi keluarga, saudara, dan mereka yang kau layani. Itulah tujuan kecemerlangan dirimu. Semua langkah untuk menjadikanmu lebih mampu itu, harus kau untai dalam urutan waktu yang menjadi peta perjalanan yang biasa kau sebut sebagai rencana. Rencana adalah proses membangun kemampuan.

Maka bila engkau menunda pelaksanaan dari rencana-rencanamu, sebetulnya engkau sedang menunda kedatangan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan yang menjadi impian-impian hatimu.

Sudah jelaskah bagimu sekarang, bahwa semakin kau fasih-kan dirimu dalam ilmu menghindari pekerjaan, semakin dalam engkau memperdayai dirimu sendiri? Mengapakah engkau berlaku yang bertentangan dengan kepentinganmu untuk berhasil? Maka bila engkau bertanya kepadaku, tentang kualitas masa depanmu, ini yang dapat kusimpulkan atas namamu, bahwa kualitas masa depanmu sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan dari rencana-rencanamu.

Rencana bisa saja salah dan tidak berkualitas, tetapi bila bersegera melakukannya, engkau akan mengenali bentuk-bentuk dari sebuah rencana yang bagus bagimu, dan dalam melakukannya itu engkau akan menjadi lebih terampil dan terasah, dan engkau akan tumbuh menjadi pribadi sederhana yang tidak sederhana dalam nilai bagi kemuliaan kehidupan mereka yang engkau layani.

Bukankah banyak orang di sekitarmu yang hatinya hanya mau mendengarkan nasehat yang pelik dan melangit – yang ketinggiannya sesuai dengan perkiraan mereka tentang kelas kecerdasan mereka? Janganlah engkau menemukan kebanggaan dalam meniru mereka, karena bagaimana mungkin mereka dapat melaksanakan rencana yang pelik dan yang ketinggiannya di langit tidak terhubungkan dengan tanah di mana mereka berpijak, bila untuk melakukan tindakan terdekat yang harus dilaksanakannya saja – mereka menunda?

Engkau tidak mungkin bisa menghormati seseorang yang menunda pelaksanaan dari sesuatu yang hasilnya penting bagi kehidupanmu. Dan engkau tidak boleh membiarkan hatimu sendiri kehilangan hormat kepadamu, karena engkau menggemarkan dirimu menunda pelaksanaan dari sesuatu yang hasilnya penting bagi kehidupanmu. Kualitas masa depanmu sangat bergantung kepada kualitas mu hari ini.

Inspired by Mario Teguh.

This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s