Catatan Kang Kabayan

Entries categorized as ‘Islam’

MENGENAL MANUSIA

February 15, 2009 · Leave a Comment

Asal Usul Penciptaan Manusia


Penciptaan Manusia adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa di tengah keberadaan makhluk lain yang Allah ciptakan sebelumnya. Jauh Sebelum penciptaan manusia, Allah terlebih dahulu telah menciptakan para Malaikat sebagai makhluknya yang senantiasa mematuhi perintah Allah dan menjalankan apa yang diperintahkan tersebut dengan tanpa membantah.

Pada saat Allah akan menciptakan manusia, Allah berdialog dengan para malaikat tentang maksudNya untuk menciptakan manusia yang akan ditempatkan di muka bumi sebagai wakilnya untuk mengurus bumi dan segala isinya. Dialog tersebut tertuang dalam Qur’an sebagai berikut:

‘Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata:”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan m e m b u a t kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”. Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. 2:30)”.

Dialog tersebut menunjukkan bahwa Allah Maha Berkehendak. Walaupun Beliau mencanangkan rencana penciptaan manusia kepada Malaikat, bukan dalam kapasitas minta ijin melainkan sebagai pemberitahuan semata. Mengapa Malaikat mengatakan bahwa manusia akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal manusia belum diciptakan ?

Ada beberapa argumentasi yang perlu dibuktikan dengan pendekatan yang lebih ilmiah:

  • Malaikat telah melihat bahwa ada makhluk Allah yang ditempatkan di muka bumi sebelum manusia yang mempunyai sifat menumpahkan darah. Sehingga mereka menduga bahwa manusiapun akan berbuat hal serupa.
  • Malaikat melihat bagaimana Allah menciptakan manusia dari unsure-unsur pembentuknya yaitu tanah lempung yang kotor dan air mani yang hina.

TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA

  • Sebagai Khalifah di muka bumi, menjadi wakil Allah untuk mengatur bumi dan segala isinya dengan aturan dan ketentuan Allah.
    ‘Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (2:30).  Sebagai khalifah, manusia Bukanlah pemilik bumi  sebenarnya melainkan hanya mendapatkan Hak Guna Pakai. Oleh karena itu maka Penggunaannya harus sesuai aturan pemilik sebenarnya dan Tidak menentang pemilik
  • Untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah.
    “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi-Ku.” (QS. 51:56).  Berbeda dengan hewan dan tumbuhan, manusia dan jin akan menerima balasan berupa pahala dan siksaan terhadap apa yang diperbuat selama di dunia

Manusia diciptakan oleh Allah dari dua unsur yang berbeda:
1. Tanah
2. Ruh

Manusia terdiri dari 3 komponen :

  1. Jasad/jasmani yang berbentuk tubuh dan fisik beserta panca indera yang merupakan alat untuk menjalankan peranannya di muka bumi.
  2. Akal yang memberinya pengetahuan

17:36
67:10

3. Hati yang memberinya kemauan, keyakinan dan kebebasan untuk memilih.

75:14

17:36

18:29

90:10

Manusia diciptakan dalam keadaan Fitrah :

30:30

Perbedaan Manusia dibanding Makhluk Lain

Manusia diberikan keistimewaan dan kemuliaan oleh Allah dibandingkan dengan makhluk lain :

Merupakan penciptaan Allah yang paling sempurna

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang  s e b a i k -

b a i k n y a. (QS. 95:4)

Manusia merupakan makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lain karena mempunyai kelebihan dan kelengkapan bahkan terhadap malaikat sekalipun.


Kelengkapan

Jasad

Ruh

Akal

Nafsu

Budaya

Kebebasan

Harta

Manusia

Malaikat

X

X

X

X

Syetan

X

V

X

X

Jin

X

Hewan

X

X

X

X

Tumbuhan

X

X

X

X

X

Ditiupkan ruh Allah pada dirinya

32:9

Memiliki keistimewaan

17:70

Semua makhluk diminta bersujud kepada manusia, termasuk malaikat

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:”Sujudlah kamu

kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali  i b l i s; ia enggan dan takabur

dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)

Seluruh Alam ditundukkan kepada manusia
45:12
2:29
67:15

Diberi Amanah Bumi dan seluruh isinya
33:72
24:55
48:29

Kebebasan Memilih untuk beriman atau Kufur
90:10

76:3
64:2
18:29

DIberi tanggung jawab
17:36
53:38-41
102:8
Diminta tanggung jawab di akherat
SYurga : 32:30, 2:24
Neraka : 32:19, 2:25, 22:14

Potensi MANUSIA

Tujuan:

1. Memahami kondisi manusia sebagai makhluk yang lemah

2. Memahami bagaimana mensiasati kelemahan dengan potensi yang Allah berikan.

3. Memahami bahwa Manusia diberi kebebasan untuk memilih

4. Memahami konsekuensi terhadap pilihan yang diambil manusia

5. Memahami potensi pendengaran, penglihatan dan akal yang akan dimintai pertanggung jawaban.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik -baiknya. “(QS. 95:4)

Kemudian Kami  kembalikan dia ke tempat yang  serendah – rendahnya (neraka), (QS. 95:5)

Potensi yang diberikan Allah kepada Manusia : Fitrah/ilham berupa Pemahaman terhadap jalan yang lurus

30:30

7:172

75:14

Jasad

80:20

2:168

Pendengaran

67:32

32:9

16:78

7:179

22:46

Penglihatan

Hati

Akal & Ilmu

96:1

55:1-4

Ruh

73:1-20

13:28

3:191

31:20

Sifat/Karakteristik MANUSIA

Sifat Manusia yang baik à Membersihkan jiwa

Amanah

Syukur

Sabar

Taubat

Jujur

Sifat Manusia yang jelek Mengotori jiwa

1. Lemah (4:28)

2. Bodoh 33:72

3. Fakir 35:15

4. Cepat putus asa

5. Tergesa-gesa

6. Berekluh kesah

7. Gelisah

8. Bakhil/Pelit

9. Kufur

10. Pendebat

11. Pembantah

12. Zalim

Perumpamaan Manusia:

  • Bagaikan Binatang Ternak
  • Bagaikan anjing : 7:176 “Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia  c e n d e r u n g   k e p a d a   d u n i a dan  menurutkan  hawa   nafsunya   yang    rendah, maka  perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya  dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).
  • Bagaikan monyet
  • Bagaikan Babi
  • Bagaikan Kayu
  • Bagaikan Batu
  • Bagaikan Laba-laba
  • Bagaikan keledai

Kelemahan Manusia

Manusia cenderung kepada duniawi : ‘Dijadikan indah pada (pandangan) manusia  k e c i n t a a n  kepada apa-apa yang   diingini yaitu:  w a n i t a – w a n i  t a (PASANGAN), anak-anak (&ANAK BUAH), harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (KENDARAAN), binatang-binatang ternak dan sawah ladang (KEDUDUKAN). Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14).

“Itulah orang-orang yang  m e m b e l i   k e h i d u p a n   d u n i a dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)”

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan  k e h i d u p a n   d u n i a   t e l a h   m e n i p u m e r e k a”. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (lebih yakin pada keterangan manusia daripada keterangan Allah). (QS. 7:51)

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia  m e m p u n y a i  s e s u a t u  k e i n g i n a n,  s y a i t a n p u n   m e m a s u k k a n  g o d a a n- g o d a a n terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksudoleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. 22:52)

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia  cenderung   k e p a d a   dun i a dan menurutkan  h a w a   n a f s u n y a   y a n g   rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

“Itulah orang-orang yang  membeli   kehidupan   dunia  dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)”

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan  k e h i d u p a n   d u n i a   t e l a h   m e n i p u m e r e k a”. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (lebih yakin pada keterangan manusia daripada keterangan Allah). (QS. 7:51)

TEMAN SEJATI MANUSIA

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 8:29)”

Katakanlah:”Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. 3:32)

Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan  mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 8:29)”

Katakanlah:”Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. 3:32)

Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu:Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

1. MUSUH MANUSIA

Syetan menjadi musuh abadi manisoa hingga akhir jaman. Syetan berserikat dengan harta dan anak untuk mengajak manusia

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:”Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali  iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)

“Dia (iblis) berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar  akan   aku   sesatkan   keturunannya, kecuali   sebahagian   kecil”. (QS. 17:62)

Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan  berserikatlah   dengan   mereka   pada   harta   dan   anak-anak   dan   beri   janjilah  mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)”

“Dia (iblis) berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar  akan   aku   sesatkan   keturunannya,  kecuali   sebahagian   kecil”. (QS. 17:62)

Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu,dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan  b e r s e r i k a t l a h   d e n g a n   m e r e k a   p a d a harta   da n   a n a k – a n a k   d a n   b e r i   j a n j i l a h   mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka  melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)”

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia  m e m p u n y a i  sesuatu k e i n g i n a n,  s y a i t a n p u n   m e m a s u k k a n  g o d a a n- g o d a a n terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. 22:52)

Categories: Islam
Tagged:

Hijrah sebagai bagian Episode Kehidupan seorang Mukmin

January 5, 2009 · Leave a Comment

Tanpa terasa 30 tahun sudah kita memasuki abad ke-14 Hijrah. Saat memasuki tahun 1400, saya sempat diliputi euphoria bahwa inilah saatnya bagi kaum Muslimin untuk menyaksikan abad kebangkitan Islam. Namun setelah 3 dasawarsa berlalu, ternyata kita masih harus bersabar, karena ummat Islam masih dalam kondisi terpuruk di berbagai bidang baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun teknologi.

Ketika Rasulullah saw mengajarkan al Islam, ajakannya hanya diikuti beberapa gelintir manusia yang menginginkan kebenaran hakiki. Saat itu ummat Islam tidak bisa menjalankan ibadahnya dengan sempurna karena harus mendapat rongrongann dan siksaan dari kafir Makah. Tidak banyak yang bisa dilakukan ummat Islam kecuali bersabar menunggu pertolongan Allah tanpa melakukan perlawanan yang berarti dan terkonsoliasi.

Kekuatan, kedaulatan dan kemandirian Islam sebagai suatu ummah muncul pasca Rasulullah dan para pengikutnya melaksanakan Hijrah ke Madinah. Dengan demikian peristiwa Hijrah menjadi milestone penting dalam sejarah ummah Islam dari kondisi lemah menjadi kondisi berdaulat.

Sedemikian pentingnya makna Hijrah sehingga banyak ayat yang membahas tentang Hijrah baik sebagai peristiwa sejarah maupun sebagai suatu tahapan dalam episode kehidupan seseorang. Hijrah adalah bagian tahapan episode kehidupan yang menjembatani antara Iman dan jihad dalam mencapai kemenangan yang gilang gemilang.

Hijrah dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang:

  • Meninggalkan suatu tempat ke tempat lain untuk mencari kebebasan dalam menjalankan aturan Allah.
  • Berpindah dari satu medan juang yang sempit ke gelanggang yang lebih luas yang memberikan harapan masa depan yang lebih baik sebagai bagian dari strategi perjuangan.
  • Meninggalkan sesuatu yang buruk menuju kepada kehidupan yang lebih baik.
  • Pindah dari sesuatu yang tidak islami kepada sesuatu yang Islami.
  • Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Al-Baqarah: 218)

    Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia. (Al-Anfal:72,74)

    Kedudukan Hijrah dalam Islam

    Hijrah Merupakan simbol iman sejati, bahwa seorang yang berhijrah berarti telah mengikrarkan diri dengan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, sedangkan aplikasi dari keimanan tersebut adalah siap dan rela meninggalkan segala sesuatu yang akan terjadi demi mempertahankan akidah yang diyakini.

    Hijrah merupakan ujian dan cobaan, karena setiap orang yang hidup pasti akan mendapatkan suatu cobaan, terutama bagi orang yang beriman, sebesar apa keimanan seseorang maka sebesar itu pula cobaan, ujian dan fitnah yang akan dihadapi. Meninggalkan harta, keluarga, sanak famili dan tanah air merupakan cobaan yang sangat berat, apalagi tempat yang dituju masih mengambang, sangat tidak bisa dibayangkan akan kerasnya ujian dan cobaan yang dihadapi saat manusia sudah mengikrarkan diri sebagai hamba Allah.

    Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (16:10)

    Hijrah sama derajatnya dengan jihad, karena hijrah merupakan salah satu cara mempertahankan akidah dan kehormatan diri maka Allah SWT mensejajarkannya dengan jihad dijalan-Nya yang tentunya ganjarannya pun akan sama dengan jihad.

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

    Makna Hijrah

    Hijrah adalah Langkah strategis membangun basis kekuatan fisik dan psikologis yang akan Menciptakan Furqanisasi antara Mukmin dan Kafir. Hijrah Menandai tumbuhnya negara berdaulat yang mampu melindungi Islam dari kaum Kafir untuk beribadah dengan lebih bebas dan menunjukkan kemampuan Islam untuk menyatukan semua umat walaupun berbeda keturunan dan agama sekalipun.
    “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah untuk membela Islam dan orang-orang yang Ansar yang memberi tempat kediaman dan pertolongan kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu, merekalah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka beroleh keampunan dan limpah kurnia yang mulia,” (al-Anfal: 74).

    Hijrah Rasulullah bukan sekedar kegiatan sporadis namun merupakan langkah strategis yang telah disiapkan Rasulullah dengan matang dengan melalui berbagai persiapan sebagai berikut:

  • Melakukan Perjanjian Aqobah dengan penduduk Madinah, untuk meyakini adanya kelompok dan tempat hijrah yang akan mendukung perjuangan dan menjadi pengikut setia Rasulullah.
  • Para Sahabat pergi dahulu berhijrah, rasulullah saw yang terakhir, hal ini menyebabkan Musuh-musuh memusatkan perhatian kepada Rasulullah sehingga sahabat yang hijrah tidak terlalu diperhatikan sekaligus Menunjukkan kualitas Kepemimpinan Rasulullah SAW.
  • Pengaturan Route Hijrah untuk mengecoh orang Kafir: Rasulullah mengambil route ke arah selatan Mekah bukannya ke Utara sebagaimana biasa, sehingga menimbulkan perpecahan di kalangan musuh terkait arah yang diambil oleh nabi.
  • Pengaturan Sumber daya Pendukung. Diatur Siapa yang tidur di tempat tidur nabi (Ali Bin Abi Thalib), siapa yang menjadi pemandu (Abdullah Uraikit), siapa akan membawakan logistik (Asma’), siapa yang menjadi intel (Abbas). Peranan remaja (Ali bin Abu Talib dan Asma’ binti Abu Bakar) membuktikan bahwa remaja adalah aset yang mampu menyumbang kebangkitan Islam. Peranan non muslim Abdullah bin Uraiqit sebagai pemandu jalan membuktikan Islam tidaklah memusuhi semua orang-orang bukan Islam.

    Nilai-nilai yang terkandung dalam Hijrah

    Beberapa nilai yang terkandung dalam perintah hijrah antara lain:

  • Iman dan Keyakinan terhadap perintah Allah.
  • Tanpa ada keimanan yang tinggi terhadap perintah Allah, rasanya berat sekali melaksanakan hijrah karena harus meninggalkan semua kemapanan yang sudah dimiliki di Makah menuju Madinah yang masih belum jelas masa depannya.

  • Pengorbanan & Keikhlasan meninggalkan sanak keluarga dan harta
  • Seorang Mukmin yang hijrah harus ikhlas meninggalkan sanak keluarga dan harta yang ditinggalkan di Makah.

  • Ketahanan terhadap penderitaan selama dalam perjalanan dan menghadapi siksaan kaum kafir.
    Keberanian menghadapi situasi tidak jelas di tempat yang baru.
  • Seorang Muhajir harus siap menghadapi penderitaan selama berjalan sejauh kurang lebih 600 Km dalam medan padang pasir yang keras dan ganas, sementara tempat yang baru di Madinah belum jelas.

  • Kebijaksanaan, perencanaan dan strategi.
  • Di antara Kafir Quraisy yang selalu mengancam dengan intimidasi dan kekerasan, Hijrah mustahil dilaksanakan tanpa strategi yang jitu.

  • Kekentalan ukhuwah antara Muhajirin dan Anshar
  • Seorang Muhajirin Dari Makah yang sampai di Madinah tidak mungkin bisa bertahan hidup tanpa ada bantuan dari kaum Anshar di Madinah yang menyediakan segala kebutuhan hidup dan berbagai banyak hal .

  • Usaha, doa dan tawakal.
  • Hijrah menunjukkan bahwa perjuangan perlu diiringi dengan usaha, doa dan tawakal.

    Ganjaran bagi orang yang berhijrah
    Bagi orang-orang yang berhijrah Allah menjanjikan ganjaran baik di dunia maupun di akhirat sebagai berikut :

  • Rezki yang berlimpah di dunia (An-Nisa: 100) (Al-Anfal:79)
  • Kesalahan dihapus dan dosa diampuni (Ali Imran: 195)
  • Derajatnya ditinggikan oleh Allah (At-Taubah: 20)
  • Kemenangan yang besar (At-Taubah: 20, 100)
  • Tempat kembalinya adalah surga (At-Taubah: 20-22)
  • Mendapatkan ridha dari Allah (At-Taubah: 100)
  • Yang lebih utama adalah : mendapatkan ridha dari Allah, sehingga dengan ridha Allah dimana dan ke manapun orang yang diridhai itu berada dan pergi maka Allah akan selalu berada di sisinya, kehidupannya akan terjamin, dan yang lebih utama mendapat kenikmatan yang besar yaitu dapat melihat Allah di akhirat kelak.

    Memaknai Hijrah dalam Kekinian

    Hijrah masih sangat relevan diterapkan dalam kekinian sebagai suatu sikap dan tahapan dan menghadapi kehidupan. Beberapa hikmah yang dapat diambil dalam konteks memasuki Tahun Baru Hijrah antara lain:

  • Melakukan Refleksi & Introspeksi terhadap langkah yang telah dilakukan sekaligus saat untuk Pasang semangat baru untuk memulai tahun baru Hijrah dengan nilai keimanan yang lebih baik.
  • Saat untuk memPerbaharui azam dalam mengikuti jejak perjuangan dan pengorbanan Rasulullah beserta sahabatnya yang tidak mendahulukan dunia, melainkan mengorbankan dunia untuk kepentingan akhirat.
  • Bawa spirit hijrah ke segala lapangan kehidupan dan kemasyarakatan, dengan meninggalkan masa lalu yang kurang baik menuju hari esok yang penuh ketaatan kepada Allah.
  • Agar berhasil dalam melangkah di kehidupan maka Lakukan perencanaan yang baik , pelaksanaan yang baik serta dukungan dari semua pihak, lengkapi dengan menggantungkan harapan kepada Allah SWT.
  • Jangan mengekalkan budaya kerja yang tidak teratur dan tanpa perencanaan sehingga pelaksanaannya pun main ‘cincai’ dan tidak memikirkan aspek jangka panjang.
  • Jangan menyandarkan semua usaha di atas kepandaian diri dengan melupakan kuasa Allah SWT penentu segala.
  • Categories: Islam
    Tagged:

    Hidup adalah tentang Jual Beli (bisnis)

    November 23, 2008 · Leave a Comment

    Sound like capitalistic mind heh….

    Tapi itulah kenyataannya. Ternyata hidup ini banyak berkisar tentang Jual Beli. Dan issue tentang jual beli ternyata memang merupakan bagian dari budaya dan sikap mental manusia apapun latar belakangnya.

    Allah sangat menyadari sifat dasar manusia itu oleh karena itu maka Allah mengajak manusia untuk melakukan jual beli yang lebih baik daripada jual beli yang biasa. Tidak percaya ……?

    Coba simak ayat-ayat berikut :
    Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS:9:111)

    Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan salat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (14:31)

    Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (62:9)

    Categories: Islam
    Tagged: ,