Catatan Kang Kabayan

MENGENAL MANUSIA

February 15, 2009 · Leave a Comment

Asal Usul Penciptaan Manusia


Penciptaan Manusia adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa di tengah keberadaan makhluk lain yang Allah ciptakan sebelumnya. Jauh Sebelum penciptaan manusia, Allah terlebih dahulu telah menciptakan para Malaikat sebagai makhluknya yang senantiasa mematuhi perintah Allah dan menjalankan apa yang diperintahkan tersebut dengan tanpa membantah.

Pada saat Allah akan menciptakan manusia, Allah berdialog dengan para malaikat tentang maksudNya untuk menciptakan manusia yang akan ditempatkan di muka bumi sebagai wakilnya untuk mengurus bumi dan segala isinya. Dialog tersebut tertuang dalam Qur’an sebagai berikut:

‘Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata:”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan m e m b u a t kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”. Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. 2:30)”.

Dialog tersebut menunjukkan bahwa Allah Maha Berkehendak. Walaupun Beliau mencanangkan rencana penciptaan manusia kepada Malaikat, bukan dalam kapasitas minta ijin melainkan sebagai pemberitahuan semata. Mengapa Malaikat mengatakan bahwa manusia akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal manusia belum diciptakan ?

Ada beberapa argumentasi yang perlu dibuktikan dengan pendekatan yang lebih ilmiah:

  • Malaikat telah melihat bahwa ada makhluk Allah yang ditempatkan di muka bumi sebelum manusia yang mempunyai sifat menumpahkan darah. Sehingga mereka menduga bahwa manusiapun akan berbuat hal serupa.
  • Malaikat melihat bagaimana Allah menciptakan manusia dari unsure-unsur pembentuknya yaitu tanah lempung yang kotor dan air mani yang hina.

TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA

  • Sebagai Khalifah di muka bumi, menjadi wakil Allah untuk mengatur bumi dan segala isinya dengan aturan dan ketentuan Allah.
    ‘Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (2:30).  Sebagai khalifah, manusia Bukanlah pemilik bumi  sebenarnya melainkan hanya mendapatkan Hak Guna Pakai. Oleh karena itu maka Penggunaannya harus sesuai aturan pemilik sebenarnya dan Tidak menentang pemilik
  • Untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah.
    “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi-Ku.” (QS. 51:56).  Berbeda dengan hewan dan tumbuhan, manusia dan jin akan menerima balasan berupa pahala dan siksaan terhadap apa yang diperbuat selama di dunia

Manusia diciptakan oleh Allah dari dua unsur yang berbeda:
1. Tanah
2. Ruh

Manusia terdiri dari 3 komponen :

  1. Jasad/jasmani yang berbentuk tubuh dan fisik beserta panca indera yang merupakan alat untuk menjalankan peranannya di muka bumi.
  2. Akal yang memberinya pengetahuan

17:36
67:10

3. Hati yang memberinya kemauan, keyakinan dan kebebasan untuk memilih.

75:14

17:36

18:29

90:10

Manusia diciptakan dalam keadaan Fitrah :

30:30

Perbedaan Manusia dibanding Makhluk Lain

Manusia diberikan keistimewaan dan kemuliaan oleh Allah dibandingkan dengan makhluk lain :

Merupakan penciptaan Allah yang paling sempurna

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang  s e b a i k -

b a i k n y a. (QS. 95:4)

Manusia merupakan makhluk yang sempurna dibandingkan makhluk lain karena mempunyai kelebihan dan kelengkapan bahkan terhadap malaikat sekalipun.


Kelengkapan

Jasad

Ruh

Akal

Nafsu

Budaya

Kebebasan

Harta

Manusia

Malaikat

X

X

X

X

Syetan

X

V

X

X

Jin

X

Hewan

X

X

X

X

Tumbuhan

X

X

X

X

X

Ditiupkan ruh Allah pada dirinya

32:9

Memiliki keistimewaan

17:70

Semua makhluk diminta bersujud kepada manusia, termasuk malaikat

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:”Sujudlah kamu

kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali  i b l i s; ia enggan dan takabur

dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)

Seluruh Alam ditundukkan kepada manusia
45:12
2:29
67:15

Diberi Amanah Bumi dan seluruh isinya
33:72
24:55
48:29

Kebebasan Memilih untuk beriman atau Kufur
90:10

76:3
64:2
18:29

DIberi tanggung jawab
17:36
53:38-41
102:8
Diminta tanggung jawab di akherat
SYurga : 32:30, 2:24
Neraka : 32:19, 2:25, 22:14

Potensi MANUSIA

Tujuan:

1. Memahami kondisi manusia sebagai makhluk yang lemah

2. Memahami bagaimana mensiasati kelemahan dengan potensi yang Allah berikan.

3. Memahami bahwa Manusia diberi kebebasan untuk memilih

4. Memahami konsekuensi terhadap pilihan yang diambil manusia

5. Memahami potensi pendengaran, penglihatan dan akal yang akan dimintai pertanggung jawaban.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik -baiknya. “(QS. 95:4)

Kemudian Kami  kembalikan dia ke tempat yang  serendah – rendahnya (neraka), (QS. 95:5)

Potensi yang diberikan Allah kepada Manusia : Fitrah/ilham berupa Pemahaman terhadap jalan yang lurus

30:30

7:172

75:14

Jasad

80:20

2:168

Pendengaran

67:32

32:9

16:78

7:179

22:46

Penglihatan

Hati

Akal & Ilmu

96:1

55:1-4

Ruh

73:1-20

13:28

3:191

31:20

Sifat/Karakteristik MANUSIA

Sifat Manusia yang baik à Membersihkan jiwa

Amanah

Syukur

Sabar

Taubat

Jujur

Sifat Manusia yang jelek Mengotori jiwa

1. Lemah (4:28)

2. Bodoh 33:72

3. Fakir 35:15

4. Cepat putus asa

5. Tergesa-gesa

6. Berekluh kesah

7. Gelisah

8. Bakhil/Pelit

9. Kufur

10. Pendebat

11. Pembantah

12. Zalim

Perumpamaan Manusia:

  • Bagaikan Binatang Ternak
  • Bagaikan anjing : 7:176 “Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia  c e n d e r u n g   k e p a d a   d u n i a dan  menurutkan  hawa   nafsunya   yang    rendah, maka  perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya  dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).
  • Bagaikan monyet
  • Bagaikan Babi
  • Bagaikan Kayu
  • Bagaikan Batu
  • Bagaikan Laba-laba
  • Bagaikan keledai

Kelemahan Manusia

Manusia cenderung kepada duniawi : ‘Dijadikan indah pada (pandangan) manusia  k e c i n t a a n  kepada apa-apa yang   diingini yaitu:  w a n i t a – w a n i  t a (PASANGAN), anak-anak (&ANAK BUAH), harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (KENDARAAN), binatang-binatang ternak dan sawah ladang (KEDUDUKAN). Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. 3:14).

“Itulah orang-orang yang  m e m b e l i   k e h i d u p a n   d u n i a dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)”

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan  k e h i d u p a n   d u n i a   t e l a h   m e n i p u m e r e k a”. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (lebih yakin pada keterangan manusia daripada keterangan Allah). (QS. 7:51)

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia  m e m p u n y a i  s e s u a t u  k e i n g i n a n,  s y a i t a n p u n   m e m a s u k k a n  g o d a a n- g o d a a n terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksudoleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. 22:52)

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia  cenderung   k e p a d a   dun i a dan menurutkan  h a w a   n a f s u n y a   y a n g   rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

“Itulah orang-orang yang  membeli   kehidupan   dunia  dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)”

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan  k e h i d u p a n   d u n i a   t e l a h   m e n i p u m e r e k a”. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (lebih yakin pada keterangan manusia daripada keterangan Allah). (QS. 7:51)

TEMAN SEJATI MANUSIA

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 8:29)”

Katakanlah:”Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. 3:32)

Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan  mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. 8:29)”

Katakanlah:”Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS. 3:32)

Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu:Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

1. MUSUH MANUSIA

Syetan menjadi musuh abadi manisoa hingga akhir jaman. Syetan berserikat dengan harta dan anak untuk mengajak manusia

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat:”Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali  iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)

“Dia (iblis) berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar  akan   aku   sesatkan   keturunannya, kecuali   sebahagian   kecil”. (QS. 17:62)

Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan  berserikatlah   dengan   mereka   pada   harta   dan   anak-anak   dan   beri   janjilah  mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)”

“Dia (iblis) berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar  akan   aku   sesatkan   keturunannya,  kecuali   sebahagian   kecil”. (QS. 17:62)

Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (QS. 17:63)

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu,dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan  b e r s e r i k a t l a h   d e n g a n   m e r e k a   p a d a harta   da n   a n a k – a n a k   d a n   b e r i   j a n j i l a h   mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka  melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)”

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia  m e m p u n y a i  sesuatu k e i n g i n a n,  s y a i t a n p u n   m e m a s u k k a n  g o d a a n- g o d a a n terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimaksud oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. 22:52)

Categories: Islam
Tagged:

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment